LQ NEWS Luqmanul Hakim, 25 Juli 2025 – Suasana meriah dan semangat membara mewarnai pagi Jumat di halaman utama Pondok Pesantren Luqmanul Hakim. Seluruh santri berkumpul dengan penuh antusiasme untuk mengikuti dan menyaksikan Expo Ekstrakurikuler 2025, sebuah kegiatan tahunan yang dirancang untuk memberikan ruang ekspresi, pertumbuhan, dan pengembangan diri para santri dalam berbagai bidang non-akademik.
Kegiatan ini resmi dimulai pada pukul 08:30 WITA dengan sambutan hangat dari Pimpinan Pondok Pesantren Luqmanul Hakim, Al-Ustadz Mohammad Salman, S.Pd.. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek ruhiyah, intelektual, dan jasmani dalam membentuk pribadi santri yang utuh.
“Expo ini bukan sekadar ajang pameran, tapi juga cerminan semangat santri untuk berkembang dalam banyak bidang. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam kreativitas, seni, dan olahraga,” ujar Ustadz Salman.
Setelah sambutan, acara secara simbolis dibuka dengan pukulan bass hadrah, menandai dimulainya rangkaian kegiatan expo yang melibatkan seluruh unit ekstrakurikuler aktif di pondok pesantren.
Expo Ekstrakurikuler kali ini menampilkan keberagaman aktivitas yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan santri. Kegiatan ini mengusung tujuan utama untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi santri agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, baik dalam bidang keilmuan, kesenian, maupun olahraga.
Tercatat ada sembilan ekstrakurikuler yang berpartisipasi dalam Expo 2025, yakni:
Hadrah – Grup seni musik Islami yang menampilkan alunan pujian dan shalawat penuh semangat.
Kaligrafi – Unit seni rupa Islami yang menampilkan karya-karya indah bernilai estetika dan spiritual tinggi.
Silat – Ekstrakurikuler bela diri yang menunjukkan kedisiplinan, ketangkasan, dan kekuatan fisik santri.
Multimedia – Unit teknologi yang menampilkan hasil karya video, desain grafis, dan dokumentasi digital santri.
Excellence Course – Program pengayaan akademik yang meliputi bahasa Inggris, debat, dan logika berpikir kritis.
Sepak Bola – Unit olahraga paling populer dengan demonstrasi teknik dasar dan strategi bermain tim.
Bola Kasti – Ekstrakurikuler yang menekankan kerja sama dan ketangkasan dalam permainan tradisional.
Tenis Meja – Unit olahraga yang menunjukkan kecepatan reaksi dan konsentrasi tinggi.
Bola Voli – Olahraga tim yang mengajarkan strategi, kerja sama, dan ketahanan fisik.
Masing-masing unit menampilkan hasil kegiatan mereka selama satu semester terakhir. Hadrah tampil membawakan beberapa lagu shalawat penuh semangat. Kaligrafi memamerkan karya indah berisi ayat-ayat Al-Qur’an dan pesan-pesan hikmah. Silat memperlihatkan seni bela diri dengan jurus-jurus energik yang disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, unit multimedia memutarkan video dokumentasi kegiatan santri, serta menampilkan poster-poster digital hasil desain kreatif. Excellence Course membuka stan simulasi percakapan bahasa Inggris dan game edukatif. Di sisi lapangan, ekstrakurikuler olahraga menunjukkan latihan dan pertandingan singkat antar kelas.
Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah keterlibatan langsung para guru pembimbing yang secara aktif membina dan mendampingi ekstrakurikuler. Masing-masing unit memiliki penanggung jawab yang berasal dari dewan guru, yang bertugas memfasilitasi kegiatan mingguan, memantau perkembangan, dan memberikan motivasi kepada santri.
Dalam sesi wawancara singkat, Ustadz Anas, pembimbing kaligrafi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memberi ruang berharga bagi santri untuk menyalurkan ekspresi seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
“Kaligrafi bukan hanya seni, tapi juga zikir dalam bentuk visual. Kami mendorong santri untuk menulis dengan hati dan menghadirkan makna dalam setiap goresan huruf,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustadz Riski A Karim selaku pembimbing silat menekankan bahwa bela diri adalah bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan. Ia menambahkan bahwa santri bukan hanya dituntut untuk kuat secara spiritual, tapi juga secara fisik dan mental.
Lebih dari sekadar kegiatan pameran, Expo Ekstrakurikuler 2025 menjadi momentum penting dalam pembentukan minat, bakat, dan karakter para santri. Dengan suasana yang interaktif, setiap santri memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi potensi dirinya, mencoba unit baru, atau bahkan berkontribusi aktif dalam memajukan kegiatan ekstrakurikuler yang sudah ia ikuti.
“Saya awalnya tidak tertarik dengan multimedia, tapi setelah melihat karya teman-teman dan mencoba editing video, saya jadi ingin ikut,” ujar Wildan, santri kelas 2 TMI.
Kegiatan ini juga memperkuat nilai kerja sama antarsantri, memupuk rasa tanggung jawab, dan membentuk semangat kompetitif yang sehat. Beberapa unit bahkan merancang sistem mentor antaranggota, di mana santri senior membimbing adik kelas mereka dalam bidang tertentu.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa Expo Ekstrakurikuler akan menjadi program tahunan dengan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan. Pondok Pesantren Luqmanul Hakim berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang aktualisasi bagi santri melalui berbagai bidang, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan pihak luar seperti alumni, komunitas seni Islam, dan lembaga olahraga remaja.
“Kami berharap kegiatan ini memotivasi santri untuk tetap produktif, berani mencoba hal baru, dan berkontribusi aktif dalam membangun pondok ini secara kreatif,” ujar Ketua Panitia Expo, Ustadz Rafi Putra Al-Hakim.
Dengan berakhirnya Expo Ekstrakurikuler 2025, semangat para santri tampak semakin menyala. Pimpinan pondok menutup acara dengan doa bersama dan harapan agar setiap santri dapat menemukan jalannya sendiri menuju potensi terbaik, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pondok ini.
Reporter : Al-Ustadz Dani Ampue
Fotografer : Bag. Fotografi
Reviewer : Al-Ustadz Mohammad Salman, S.Pd.





