LQ NEWS –Dengan penuh semangat kebersamaan, Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Luqmanul Hakim (OP3LQ) bersama Gugus Depan Pramuka resmi membuka kegiatan Musyawarah Kerja Tahun 2025/2026. Acara ini digelar di Gedung Manaroh, sebagai momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah strategis program kerja ke depan. Kegiatan yang digelar pada tanggal 9–14 Agustus 2025, telah dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kesungguhan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Sahri, S.Pd., M.Pd.I, dan Al-Ustadz Mohammad Salman, S.Pd. Kehadiran keduanya menjadi energi sekaligus motivasi besar bagi seluruh pengurus dan anggota yang mengikuti jalannya musyawarah.
Dalam kegiatan ini, para peserta membahas dan merumuskan program kerja organisasi selama satu periode ke depan. Proses sidang berlangsung dengan suasana penuh musyawarah, semangat kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai kepemimpinan santri.
Pimpinan Pondok dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi santri adalah laboratorium kepemimpinan yang akan membentuk pribadi matang, mandiri, dan siap menjadi kader umat. Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas keseriusan dalam menyusun program kerja yang realistis, kreatif, dan bermanfaat bagi pondok serta masyarakat sekitar.
Tujuan dari musyawarah ini adalah untuk menyamakan persepsi antar pengurus dan anggota, mengevaluasi pelaksanaan program pada periode sebelumnya, serta merancang rencana kerja yang lebih terarah dan bermanfaat. Forum ini juga menjadi wadah untuk menggalang ide-ide baru, memperkuat kerja sama lintas bidang, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap program yang akan dijalankan. Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan setiap langkah organisasi memiliki arah yang jelas dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi di masa mendatang.
Dengan semangat yang terbangun dari musyawarah ini, OP3LQ dan Dewan Ambalan optimis dapat menapaki masa sisa bakti dengan program-program yang lebih terukur, relevan, dan berdampak positif bagi santri serta lingkungan pesantren.
Tema yang diusung, “Menyatukan Langkah, Membentuk Arah,” menjadi simbol tekad bersama untuk menapaki tahun kerja baru dengan visi yang jelas. Tujuan dari musyawarah ini mengalir dalam semangat peserta: memperkuat koordinasi antara dua organisasi, menyamakan persepsi, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta menyusun rencana kerja yang lebih matang, relevan, dan membawa manfaat luas bagi santri dan pesantren.
Harapan besar menggantung di udara. Dari musyawarah ini, OP3LQ dan Gugus Depan ingin melahirkan program-program yang tidak hanya terukur dan terencana, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman. Di tengah dinamika kehidupan pesantren, kebersamaan menjadi kunci, dan musyawarah ini adalah titik awalnya.
Sebagaimana tradisi organisasi santri di lingkungan pondok, sidang musyawarah dibagi dalam beberapa tahapan yang sistematis:
Sidang Pembukaan
Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, serta sambutan dari Pimpinan Pondok. Tahap ini menjadi momen resmi pembukaan musyawarah yang menandai dimulainya rangkaian sidang.Sidang Komisi
Peserta dibagi ke dalam beberapa komisi sesuai bidangnya, guna membahas secara rinci program kerja, kendala, serta gagasan baru. Setiap komisi menyampaikan hasil diskusinya dalam bentuk rumusan program yang terarah dan realistis.Sidang Pleno
Hasil sidang komisi kemudian dipresentasikan di forum pleno. Pada tahap ini, terjadi proses pengesahan, perdebatan sehat, serta penyempurnaan gagasan. Pleno menjadi ruang musyawarah bersama sebelum keputusan akhir ditetapkan.Sidang Paripurna
Tahapan terakhir sekaligus puncak musyawarah adalah sidang paripurna. Seluruh keputusan final program kerja disahkan dan diumumkan. Penandatanganan serta pengesahan dokumen program kerja menjadi simbol komitmen bersama untuk mengemban amanah organisasi di periode mendatang.
Dengan pembagian sidang yang sistematis ini, Musyawarah Kerja OP3LQ dan Dewan Ambalan berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pimpinan Pondok berharap hasil musyawarah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga santri semakin matang dalam kepemimpinan dan pengabdian.
Reporter : Al-Ustadz Dani Ampue
Fotografer : Bag. Fotografi
Reviewer : Al-Ustadz Mohammad Salman, S.Pd.





