“Resmi Dibuka, Kegiatan Pidato Tiga Bahasa Jadi Ajang Latih Kepercayaan Diri Santri”

Penampilan pidato dari santriwati Langi Safitri. (Foto: Bag. Fotografi)

LQ NEWS –Kegiatan pidato tiga bahasa resmi dibuka dengan penuh khidmat dan semangat di lingkungan pondok pesantren Luqmanul hakim. Acara ini menjadi salah satu program unggulan dalam membentuk karakter santri yang berani, percaya diri, serta mampu berkomunikasi dengan baik dalam berbagai bahasa. Para santri tampak antusias mengikuti rangkaian pembukaan yang dihadiri oleh pimpinan pondok, para ustadz, serta seluruh peserta kegiatan.

 

Kegiatan ini merupakan program latihan dan perlombaan pidato menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran praktis bagi santri dalam mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Materi pidato yang disampaikan pun beragam, mulai dari tema keislaman, pendidikan, hingga motivasi kehidupan.

 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dari berbagai jenjang pendidikan di pondok pesantren. Panitia pelaksana berasal dari pengurus organisasi santri yang bekerja sama dengan para ustadz untuk melancarkan kegiatan Muhadharah. Pimpinan pondok turut hadir membuka kegiatan secara resmi serta memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta.

 

Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 31 April 2026 yang telah dijadwalkan oleh pihak pesantren sebagai awal dari rangkaian kegiatan pidato tiga bahasa yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Sambutan dari pimpinan pondeok pesantren Luqmanul hakim. (Foto: Bag. Fotografi)

Kegiatan ini dilaksanakan di aula utama pondok pesantren Luqmanul hakim yang menjadi pusat berbagai aktivitas santri. Tempat tersebut dipilih karena mampu menampung seluruh peserta dan memberikan suasana yang mendukung untuk tampil di depan umum.

 

Kegiatan pidato tiga bahasa diadakan sebagai upaya meningkatkan kualitas santri, khususnya dalam hal keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi lintas bahasa. Dalam dunia pendidikan modern, penguasaan bahasa menjadi salah satu kunci penting dalam membuka wawasan dan peluang. Oleh karena itu, pesantren memberikan ruang bagi santri untuk berlatih secara langsung melalui kegiatan ini.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi yang baik. Dengan demikian, para santri dapat menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman serta mampu membawa nilai-nilai keislaman ke tengah masyarakat luas.

Penampilan pidato dari santri Dzaki Mufadhal. (Foto: Bag. Fotografi)

Reporter     : Al-Ustadz Naufal M. Nur

Fotografer  : Bag. Fotografi

Reviewer    : Al-Ustadz Mohammad Salman

Post A Comment

Scroll to Top
Open chat
Assalamualaikum👋
Ada yang bisa dibantu ?